PPKn latar belakang Sulawesi barat​

latar belakang Sulawesi barat​

Jawaban:

Latar belakang Sulawesi barat​

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan terdiri dari

17.504 gugusan pulau membentang dari Sabang di Aceh sampai Marauke di

Papua. Hal ini mempengaruhi terbentuknya keanekaragaman budaya, suku bangsa,

dan agama di Indonesia. Tidak hanya adat budayanya melainkan masakan

Indonesia adalah salah satu tradisi kuliner yang paling kaya di dunia. Hampir

seluruh masakan Indonesia kaya dengan bumbu dan rempah-rempah seperti cabai,

jahe, kunyit, lada, kencur, dan lain-lain. Beberapa teknik memasak juga

dipengaruhi oleh pengaruh asing seperti India, Tiongkok, Timur Tengah, dan

Eropa (Belanda, Portugis, dan Spanyol) dikarenakan kegiatan perdagangan yang

dilakukan di Indonesia pada masa lalu. Pulau Sulawesi merupakan salah satu pulau

utama di Indonesia yang menjadi tempat berdagangnya bangsa asing di Indonesia

karena letaknya di utara Indonesia dan mudah dijangkau oleh para pedagang pada

masa itu.

Pada masa sekarang pemerintahan di Sulawesi dibagi menjadi enam

provinsi dan diurutkan berdasarkan urutan pembentukannya yaitu provinsi

Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara,

Gorontalo, dan Sulawesi Barat. Sulawesi Barat merupakan provinsi terakhir yang

diresmikan oleh pemerintah pusat. Pada tanggal 5 Oktober 2004 Provinsi Sulawesi

Barat resmi terbentuk berdasarkan UU No. 26 Tahun 2004 (Wikipedia Free

Encyclopedia) dan beribukota di Mamuju. Kota Mamuju sampai saat ini, bukanlah

daerah otonom yang memiliki wali kota ataupun Dewan Perwakilan Rakyat

Daerah Kota sendiri, melainkan masih menjadi bagian dari Kabupaten Mamuju.

Kabupaten Mamuju berada di antara Palu (Sulawesi Tengah) dan Makassar

(Sulawesi Selatan). Kabupaten ini menjadi jembatan ekonomi ataupun budaya

Kota Palu dan Makassar. Secara geografi Mamuju berada ditepi barat Pulau

Sulawesi. Di utara terdapat Teluk Mamuju dan di selatan ada Teluk Lebani.

Topografi wilayah Mamuju berupa pesisir hingga pegunungan. Ketinggian

wilayah Mamuju antara 0 sampai >1500 meter di atas permukaan air laut (Mdpl)

dengan titik tertinggi berada di Gunung Adang Batambalo. Di Kabupaten Mamuju

selain terdapat pesisir pantai yang panjang di kabupaten ini juga terdapan sungaisungai. Su.ngai-sungai besar yang berada di Mamuju diantaranya Sungai Mamuju,

Sungai Karema, Sungai Simboro, Sungai Anung, Sungai Taparia, Sungai Anusu,

Sungai Tampala, dan Sungai Malunda. Secara geologi Kabupaten Mamuju

ter.susun oleh batuan Formasi Gunung Api Adang. Sedangkan wilayah lembah

yang dialiri Sungai Taparia dan Sungai Karema tersusun atas Formasi Mamuju.

Kabupaten Mamuju berik.lim tropis dengan dua mus.im dalam satu tahunnya yaitu

musim kemarau dan penghujan, dengan suhu udara pada siang hari berkisar antara

24-34 derajat Celcius (Wikipedia Free Encyclopedia).

Penduduk asli Kabupaten Mamuju dominan berentnik Mandar dengan

beberapa sub-entik kecil, seperti Bugis, Toraja, Makassar, dan Jawa. Menurut

buku Profil Struktur, Bumbu, dan Bahan dalam Kuliner Indonesia sebagian besar

penduduk Mamuju yang mayoritas berentik Mandar bermata pencaharian sebagai

nelayan karena suku Mandar merupakan salah satu suku yang budayanya

berorientasi laut. Seperti contoh perayaan adat suku Mandar sediri disebut

Passandeq (mengarungi lautan dengan cadik sandeq) dan upacara adat suku

Mandar disebut Mappandoe’sasi (bermandi laut). Di daerah perairannya banyak

ditemukan ikan cakalang dan ikan terbang. Sedangkan di daerah daratannya

terkenal dengan komoditas pisangnya dan bahkan sering digunakan sebagai

makanan baku lain pengganti nasi (Alimuddin, 2005). Sistem pencaharian

masyarakat suku Mandar sangat berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan

suku Mandar tak terkecuali kulinernya. Kuliner suku Mandar hampir semua

berbahan dasar hasil laut seperti ikan dan udang sebagai contohnya adalah ikan

bau peapi dan salada udang. Bahkan kudapannya pun juga menggunakan

campuran ikan seperti sambusaq. Selain itu ada pula aspek eksternal yang sedikit

mempengaruhi kuliner suku Mandar walaupun tidak begitu kental terasa, misalnya

selada udang. Selada udang serupa dengan selada khas Belanda yakni hurazen.

Kedua masakan tersebut sama-sama memadukan sayuran rebus yakni wortel dan

bawang bombay. Akan tetapi ada perbedaan, pada huzaren tidak menggunakan

udang, sedangkan di Mandar menggunakan udang. Selain itu di Belanda

menggunakan mayones sedangkan selada khas Mandar menggunakan kuning telur

yang di rebus kemudian dihancurkan (Marahimin, 2008).

Kuliner dari suku Mandar hanya dikenal oleh masyarakat lokal saja atau

masyarakat satu pulau saja. Di pulau Jawa kuliner Mandar kurang mendapatkan

sorotan. Kuliner Sulawesi yang mendominasi banyak dari Manado dan Toraja.

Oleh karena itu, penulis tertarik mengangkat tema ‘Memperkenalkan Kuliner

Kota Mamuju, Sulawesi Barat’ untuk diangkat sebagai Tugas Akhir Food

Presentation dengan harapan kuliner Mamuju menjadi wawasan baru dalam dunia

kuliner nusantara dan dapat diterima di dunia bisnis kuliner dalam hotel berbintang

5 atau restoran.

[answer.2.content]